Rabu, 25 Desember 2013

Perkembangan Brand Baju buatan Indonesia yang terkenal




Menembus pasar global sudah pasti menjadi impian setiap produsen lokal, namun jalan yang ditempuh tentu juga tak semudah memimpikannya. Berikut adalah beberapa merk lokal yang berhasil melesat ke pasar internasional. Bagi kamu yang sedang merintis usaha sendiri, perjuangan mereka semoga bisa menjadi inspirasi.
1.     Raden Roro

Liquica Anggraini Raden Roro, perancang busana asal Bandung meluncurkan label dengan namanya sendiri, Raden Roro, di New York, Amerika Serikat, tiga tahun lalu. Ia mulai melebarkan sayap di Tanah Air dengan menggandeng retail Harvey Nichols. Koleksi Liquica telah dipasarkan di beberapa kota, seperti Arkansas, California Georgia, Illinois, Minnesota, South Carolina, Virginia, New York, Tokyo, dan Dubai. Raden Roro Website.







2.     Peter Says Denim

 

Dari kebiasaan mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima, Peter Fimansyah kini menjadi pengekspor busana ke berbagai negara. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini celana jeans, t-shirt dan topi yang menggunakan merk Peter Says Denim menjadi busana favorit band internasional seperti Before Their Eyes dan We Shot The Moon dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman. Peter Says Denim Website.










3.     Skaters For Hardcore Riders

lah, ini dia kaos yang paling saya gemari, dan saya juga mengoleksinya dengan jumlah banyak. Skaters di dirikan pada tahun 1992 dengan bussines core berupa tas, baju/kaos, aksesoris yang dibutuhkan anak-anak muda untuk kegiatan olahraga skateboard dengan dipadukan oleh gaya berpakaian ‘street wear look’.  Pada awalnya didirikan SKATERS forhardcoreriders , masih merupakan home industri. Namun demikian, seiring berjalannya waktu dan peningkatan kualitas seluruh komponen industri, seperti informasi management, sumber daya manusia, serta di dukung oleh Information Tecknology, maka pada saat ini SKATERS forhardcoreriders terus berusaha untuk menjadikan produknya, sebagai market leader di bidang ‘main street wear’.
4.     Crooz

Didirikan pada tahun 2003 oleh Max dan Ariana yang memiliki kecintaan yang besar terhadap fashion dan musik, dengan ethos DIY ( do it yourself ) mereka mulai membuat apparel yg awalnya hanya dijual kepada teman teman dekat saja, karena kualitas produk yg mereka buat saat itu dirasakan “berbeda” produk CROOZ menjadi sering dipesan oleh orang orang lain juga. Seiring berjalannya waktu Brand crooz sudah mulai dikenal orang meskipun tidak banyak. Pada tahun 2005 akhirnya mereka memutuskan untuk membuat concept outlet sebuah konsep toko yang belum populer pada saat itu. Berisikan produk apparel, rilisan CD dan merchandise band lokal berkualitas toko CROOZ mulai dikenal di Jakarta sebagai tempat utk mencari barang barang “indie” yang jarang ditemui di tempat tempat lain.Sebagai brand urban dengan konsep cutting edge CROOZ memiliki konsumen tersendiri, tidak banyak namun sangat loyal dan bangga disebabkan adanya hubungan komunikasi yang terjaga antara CROOZ dan konsumen secara tidak langsung menjadi mutualisme dimana konsumen membutuhkan sesuatu yang bisa mereprentasikan konsep cutting edge dan CROOZ hadir sebagai produsen yang tetap setia pada jalurnya. konsep ini juga diaplikasikan oleh CROOZ di beberapa negara di asia tenggara, terbukti brand CROOZ pada tahun 2011 ini sudah memiliki cabang di negara negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Philippina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar